Panduan Praktis Ternak Ayam Bangkok
Home Artikel Panduan Praktis Ternak Ayam Bangkok Untuk Pemula
Artikel - 2 minggu ago

Panduan Praktis Ternak Ayam Bangkok Untuk Pemula

Panduan Praktis Ternak Ayam Bangkok Untuk Pemula – Ayam bangkok adalah salah satu jenis ayam yang biasa diternakkan sebagai hobi atau untuk diadu. Ayam ini biasa disebut ayam bangkok. Ayam bangkok yang diadu biasanya ayam jantannya. Harga satu ekor ayam bangkong jantan aduan bisa mencapai jutaan rupiah. Ayam bangkok yang sering juara harganya lebih mahal lagi bisa mencapai hingga ratusan juta rupiah. Sedangkan anakan dari pejantan aduan bisa bernilai ratusan ribu. Tentu hal inilah yang bisa kita manfaatkan sebagai peluang usaha sampingan yang menjanjikan. Pemeliharaannya juga cukup mudah. Berikut tahapan berternak ayam Bangkok.

Panduan Praktis Ternak Ayam Bangkok Untuk Pemula

Panduan Praktis Ternak Ayam Bangkok

1.Pemilihan Indukan

Jika Anda tertarik ternak ayam bangkok hal pertma yang harus dilakukan adalah pemilihan indukan yang unggul akan mempengaruhi hasil anakan yang unggul juga. Dalam memilih indukan unggul sebaiknya dipilih pejantan yang memiliki sayap rapat ke arah badan dan memiliki paruh yang melengkung serta ayam harus berukuran cukup panjang, tulang lehernya rapat, kokokan yang mantap dan nyaring. Jika dilihat dari badannya yang bulat, berkaki dan sisik kering/keras, bulu indah dan mengkilat, memiliki kaki yang panjang, dan gaya bertarungnya biasanya ayam akan sering menyerang sekitar kepala dan leher lawan.

Sedangkan untuk betina yang bagus dicari yang berjari kaki halus dan panjang, tidak berpenyakit atau pernah sakit sejak menetas. Matanya menjorok ke dalam dan bersih, memiliki tulang di bawah pangkal ekor sekitar 3–4 jari, dan akan lebih bagus lagi jika indukan jika memiliki taji. Usahakan mencari indukan yang sudah berumur 1,5 tahun dengan pejantan sudah sekali ganti bulu dan betina sudah tiga kali bertelur.

2.Pemilihan Kandang

Hal yang harus diperhatikan saat ternak ayam bangkok adalah kandang. Kandang bisa dibuat dalam dua jenis. Pertama adalah kandang umbaran, atau ayam yang dibiarkan bebas dengan hanya dibuat pagar tinggi menggunakan jaring atau pagar bambu saja. Usahakan ukuran kandang satu meter persegi setiap ekornya, sesuaikan juga dengan jumlah ayam yang dipelihara. Kedua adalah kandang kurungan yang bisa panggung/kurung biasanya digunakan untuk tahap pembesaran dan pemisahan antara pejantan dan betina agar lebih fokus pada perkembangannya. Usahakan agar kandang memiliki luas satu meter persegi per ekor dengan ketinggian tutup kandang minimal delapan puluh sentimeter.

3.Pemeliharaan & Pakan

Saat Anda ternak ayam bangkok tidak ada pemeliharaan khusus selain selalu dijaga kebersihan dan kesehatannya. Sedangkan untuk makanan dapat diberikan protein berupa cacahan ikan atau daging, biji-bijian seperti beras merah, jagung, atau gabah, air minum, dedaunan dari sayuran segar misalkan bayam, sawi, kangkung, toge, dll. Jika ingin maksimal berikan pakan 5 kg jagung halus sekitar 3 kg konsentrat ayam petelur sekitar 2 kg dedak atau bekatul kemudian dicampur menjadi satu dengan air.

4.Pemanenan

Setelah proses kawin berhasil, biasanya ayam akan bertelur seminggu kemudian. Selanjutnya telur akan dierami selama tiga minggu dan setelah itu telur akan menetaskan anakan ayam bangkok. Jika jumlah telur diatas 20 butir dalam satu kandang indukan yang keluar bersamaan, tetaskan dalam inkubator.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Ciri dan Bentuk Kaki Ayam Bangkok Pembunuh

Ciri dan Bentuk Kaki Ayam Bangkok Pembunuh – Menjadi penggemar ayam aduan di Indones…